Tentang Mbeliling

about-mbeliling-(660x300)

Lokasi Mbeliling merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nama Mbeliling diambil dari nama gunung tertinggi—dengan ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut—di wilayah ini. Bentang Alam Mbeliling terdiri atas Gunung Mbeliling, Hutan Mbeliling, padang semak, dan beberapa desa di sekitarnya. Di antara desa-desa tersebut, dua di antaranya yaitu Wae Sano dan Liang Ndara merupakan tujuan utama wisata FloresEcotourism. Untuk menuju ke desa tersebut, Anda dapat melalui rute Bali-Labuan Bajo melalui dua cara:

  1. Menggunakan pesawat, membutuhkan sekitar dua jam perjalanan. Maskapai yang melayani rute Bali-Labuan Bajo yaitu Trigana Air, Wings Air, dan Merpati.
  2. Menggunakan kapal dari Pelabuhan Benoa. Membutuhkan waktu 38 jam.

Dari Labuan Bajo dibutuhkan 45 menit perjalanan ke Desa Liang Ndara dan tiga jam perjalanan ke Desa Wae Sano dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Cuaca dan Suhu Cuaca di Mbeliling tak jauh berbeda dari daerah lain di Indonesia. Musim hujan biasanya jatuh pada bulan Oktober-April sementara musim kemarau dimulai pada Mei hingga September. Suhu harian rata-rata di daerah ini berkisar antara 15 derajat Celcius di malam hari dan 27 Celsius di siang hari.

Hutan dan Hidupan Liar Hutan Mbeliling merupakan hutan terluas di Flores, mencakup 72,4 km2 hutan lindung, 41,8 km2 hutan konservasi, dan 120 km2 hutan produksi terbatas. Di hutan ini terdapat beberapa mata air yang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat di Labuan Bajo. Hutan Mbeliling menjadi habitat bagi 152 jenis burung, termasuk empat jenis burung endemik Flores: serindit flores (Loriculus flosculus), kehicap flores (Monarcha sacerdotum), gagak flores (Corvus florensis), dan celepuk flores (Otus alfredi).

Masyarakat dan Budaya Masyarakat Mbeliling sebagian besar berasal dari Suku Kempo, keturunan Orang Manggarai yang hidup di Flores bagian Barat. Mata pencaharian utama mereka yaitu petani kemiri, mede, kakao, kopi, cengkeh. Produktivitas kemiri dari daerah ini mencapai 733 ton/tahun. Kondisi geografis dan latar belakang penduduk Mbeliling menyebabkan daerah ini memiliki panorama indah serta kekayaan budaya.